myDeden.Kom

Pemulung yang Berusaha Memanfaatkan Limbah Sebaik Mungkin

Konsep Dasar IP Address

Posted by kang deden pada 9 Februari, 2007

Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.

Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah :

InterNIC Registration Services Network Solution Incorporated 505 Huntmar Park Drive, Herndon, Virginia 22070 Tel: [800] 444-4345, [703] 742-4777 FAX: [703] 742-4811 E-mail: hostmaster@internic.net

Sedangkan untuk tingkat Asia Pasifik saat ini masih dikoordinasi oleh:

Asia Pacific Network Information Center c/o Internet Initiative Japan, Inc. Sanbancho Annex Bldg., 1-4, Sanban-cho, Chiyoda-ku, Tokyo, 102 Japan Tel: +81-3-5276-3973 FAX: +81-3-5276-6239 E-mail: domreg@apnic.net http://www.apnic.net

Struktur IP Address

IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 – 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :

44.132.1.20
167.205.9.35
202.152.1.250

Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat pada gambar 1 berikut :

ip1.gif

Gambar 1. IP Address dalam Bilangan Desimal dan Biner

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.


Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut : ·

  • Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 2 berikut.

ip2.gif

Gambar 2. Struktur IP Address Kelas A

  • Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.

ip3.gif

Gambar 3. Struktur IP Address Kelas B

  • Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 4.

ip4.gif

Gambar 4. Struktur IP Address Kelas C

Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.

Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor 167.205.xxx.xxx yang dialokasikan untuk ITB dan jaringan yang terkait ke ITB dibawah koordinator Onno W. Purbo.

Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :

  • Network Address
    Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.
  • Broadcast Address
    Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
  • Netmask
    Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.  

Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat sekali – semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.

Sumber : Aulia K. Arif & Onno W. Purbo

About these ads

53 Tanggapan to “Konsep Dasar IP Address”

  1. thank’s a lot, artikelnya. saya sebagai orang awam di dunia komputer (netwoking) merasa sangat terbantu dalam memahami materi ini. harapannya tetep “keep and touch” dari rekan anda ini…..salam kenal, smoga sukses

  2. thank’s a lot, artikelnya. saya sebagai orang awam di dunia komputer (networking) merasa sangat terbantu dalam memahami materi ini. harapannya tetep “keep and touch” dari rekan anda ini…..salam kenal, smoga sukses

  3. kang deden said

    Saya sangat bersyukur karena kumpulan artikel-artikel yang saya kumpulkan ini dapat bermanfaat salam kenal jg pak samsul …

  4. Daniel said

    he..he..
    Bagus banget
    makasi yah
    moga-moga yang nulis dapat imbalan yang terbaik dari tuhan,
    Amin

  5. Aji said

    Kang Deden, salam kenal, tulisannya bagus sekali. Kang saya punya PR mudah2an bisa bantu :
    PT. XYZ punya 5 Divisi :
    Div. A : 60 host
    Div. B : 100 host
    Div. C : 30 host
    Div. D : 200 host
    Div. E : 10 Host
    Masing2 divisi menggunakan satu switch dan semua divisi terhubung ke satu Router.
    Gmn kira2 konfigurasi IP Sub-net yg paling efisien dan konfigurasi Routernya (RIP)biar antar divisi dapat komunikasi.

    Nuhum pisan.

  6. ayun said

    maaf…ada hal yang ingin saya tanyakan. Apakah dengan IP Address,bisa diketahui bahwa komputer/internet sedang aktif walaupun kita berada di tempat yang berbeda? apakah bisa diketahui juga site mana yang sedang diacces, atau on line-tidaknya (misal: di Yahoo Messanger).
    terimakasih sebelumnya

    >> kita bisa mengetahui IP Address jika kita menggunakan IP Public, biasanya
    IP Public ini diberikan oleh provider kepada pelanggannya misal Telkom.
    Jadi kalo kita masih menggunakan Telkomnet ato provider langganan biasa
    Maka yang dapat dilihat adalah IP Public Provider

  7. ari said

    wah sudah sering saya baca artikel mengenai ip address (tapi akhirnya tambah bingung) lom ada yang semudah ini buat dicerna, thx.. :)

  8. ari said

    salam kenal ayun :)
    kalau menurut referensi saya ip address itu adalah cara pengalamatan sebuah komputer dan bila di analogikan pada kehidupan nyata sama dengan alamat rumah, sebuah alamat situs mewakili sebuah ip address, dibuat begitu dengan alasan sebuah kata lebih mudah di ingat daripada sebuah gabungan angka.
    ex : google.com = 64.233.167.99

    mudah2an berguna :)

    keep fighting..

  9. malik said

    apakah mbps itu bisa di tambah?>

  10. HERY said

    maaf ya bang deden, AQ ngeharap bnget kang deden ngebantu aQ, gimana caranya tutup port 80, and cara ngebukanya…..

    kalo bisa kang deden balas ya ke email aQ.

    thanks…

  11. Puspita Ayu NP.SY said

    Thanks,,, atas artikelnya ya Kang Deden….
    Smoga makin berkembang dan dapat membatu untuk bahan kuliah.
    Makasih bgt ya kang…^-^

  12. Danang said

    Terima kasih banyak buat sharing pengetahuannya!

  13. Dani BM said

    dikantor saya ada 5 komputer, semuanya terhubung ke LAN, salah satu komputer ada akses jaringan ke internet memakai Wifi, gimana cara share (Seting IP nadress, Subnet, gateway, Preffered DNS Server,Alternate DNS Server) supaya semua komputer bisa akses ke internet, TQ

  14. joe subekti said

    Kang, terima kasih atas postingannya, hal atau penjelasan seperti inilah yang sangat di butuhkan oleh para pemula seperti kami ini, semoga dilain waktu anda bisa menjelaskan kembali mengenai topik : remote programming antar komputer untuk aplikasi antar komputer dengan jarak yang berjauhan atau antar kota.

    terima ksih,

    joe subekti 021 93499353

  15. suardika said

    wah ni baru namanya penulis, saya merasa kagum dengan artikel bang deden,saya jadi agak lebih mengerti tentang ip address, sebelumnya saya memang agak bingung! tapi akan lebih baik lagi jika di tulis tentang contoh-contohnya secara detail,misalnya ip sekian( ditentukan sendiri) bisa menampung berapa komputer? tapi saya mengucapkan terimakasih, saya salut sama bang deden!!! belajar dimana tuh.. BANG?

  16. aedil said

    mau nanya nih???????????????????? kenapa \25,\26,\27,\28, & \29 bisa terkoneksi ke \24 ?????

    jawabannya kirim sekarang ke e-mail q’

  17. Tb ifan said

    Salam Kenal,

    Beberapa situs yang saya kunjungi, baru sekarang menemukan blog yang bagus isinya, terus menulis kg Deden, pasti ti bandungnya.

    Thx.

  18. radie said

    aduh kang deden hebat euy”

  19. Renest Danardono said

    Artikelnya memberikan pencerahan bagi saya. Kebetulan saya ada permasalahan untuk merancang Wireless Area Network (WAN) dengan simulasi sebuah gedung bertingkat untuk perkantoran.
    Kalo kang deden tidak keberatan memberikan pencerahan, mohon bimbingannya bagaimana langkah-langkah untuk merancang sebuah jaringan WAN.

  20. Ferry said

    Saya mau tanya bagaimana caranya untuk mencari ip address yang bisa digunakan thx.

  21. trisna said

    kang, tolong ajarin bagaimana caranya setting Static IP di Ubuntu 7.04, karena udah ku coba berkali2…gagal terus. nuhun sadayana

  22. Dhian Bastiar said

    thanks tapi klo bisa buat artikel tentang menghitung subnetting di buat , agar saya lebuh paham dan bisa menghitung soal subnetting.

  23. zaenul m said

    trima kasih atas artikelnya. aku suka banget

  24. [...] { 11 Desember 2008 @ 10:19 am } · { Tidak terkategori } { } Konsep Dasar IP Address [...]

  25. makasih akang. tulisannya keren abis…salam kenal. moga2 bermanfaat buat saya yang agak IDT(idiot) ini…(becanda)

  26. yazid said

    matur suwun infonya

  27. koko widana said

    thanks ya buat bang deden . gara-gara artikel bang deden ini… saya menjadi sedikit mengerti tentang IP addres… terus berkarya bg deden………jangan pernah lelah…….

  28. becus said

    kok artikel bang deden si itu kan ada sumbernya (Sumber : Aulia K. Arif & Onno W. Purbo)

    kang deden cuma repost aja kali…

  29. adhe said

    terus aku mau bertanya nih…cara mengatur IP Address pada warnet yang memiliki jumlah client 10.bagaimana,,,karena di warnet saya client 2 & 3 sering macet jaringannya.oh ya…saya menggunakan jarinagan speedy…!!mohon di jawab

  30. adhe said

    terus aku mau bertanya nih…cara mengatur IP Address pada warnet yang memiliki jumlah client 10.bagaimana,,,karena di warnet saya client 2 & 3 sering macet jaringannya.oh ya…saya menggunakan jarinagan speedy…!!mohon di jawab.klu bisa tolong dibertahu dong masalah settingan IP Addressnya..IP Address mana yang bagus untuk server dan client-clientnya

  31. adhe said

    tolong di bantu ya kang dedeng

  32. adhe said

    mohon dengan sangat tolong di bnatu ya kang dedeng…!!

  33. drafa said

    makasih OM :)

  34. computer said

    Tolong dong review juga tentang IPv6….

  35. bengbeng said

    Pada dasarnya Banyak artikel seperti ini, tapi sedikit dan susah mencari artikel yang mudah di cerna. Harapannya lebih banyak buat artikel2 yang lain. Tidak usah yang tinggi2 yang sederhana saja, tapi kita mudah mencernanya itu lebih baik dan banyak yang senang.
    Sukses buat Deden

  36. jujur isinya panjang banget dan sedikit bikin pusing. tapi sangat bermanfaat dan membuka wawasan. saya mau nanya satu hal kenapa setiap saya cek ip adress di web2 yg berbeda angka yang menunjukan ip adress komputer saya hasilnya beda juga?

  37. bingung nih! tolong di jawab ya! ku mohon gan!

  38. [...] Konsep Dasar IP Address [...]

  39. [...] Konsep Dasar IP Address [...]

  40. [...] : http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this [...]

  41. [...] : http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this [...]

  42. [...] Konsep Dasar IP Address [...]

  43. [...] Konsep Dasar IP Address [...]

  44. [...] :http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post.   Leave a [...]

  45. [...] Konsep Dasar IP Address Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address. Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah : InterNIC Registration Services Network Solution Incorporated 505 Huntmar Park Drive, Herndon, Virginia 22070 Tel: [800] 444-4345, [703] 742-4777 FAX: [703] 742-4811 E-mail: hostmaster@internic.net Sedangkan untuk tingkat Asia Pasifik saat ini masih dikoordinasi oleh: [...]

  46. [...] http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. [...]

  47. [...] http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. Categories [...]

  48. [...] http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ [...]

  49. [...] sumber: http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. Categories Uncategorized [...]

  50. [...] :  http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this [...]

  51. [...] http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/ [...]

  52. udikman said

    sip kang deden , saya pengen tukeran link .. hehe

  53. aii siti said

    Maaf bang, saya ,mau tanya mengenai IP addess.
    sebuah komputer memiliki IP address 134.68.5.15,apa kelas,network ID,dan host ID dari IP address tersebut ?????

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 124 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: