myDeden.Kom

Pemulung yang Berusaha Memanfaatkan Limbah Sebaik Mungkin

Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan Bagian Ke 2

Posted by kang deden pada 7 Februari, 2007

NIC
Network Interface Card (NIC), juga disebut sebagai Network Adapter,digunakan untuk menghubungkan computer ke kabel yang digunakan padalocal area network (LAN). Umumnya, NIC ditempatkan pada komputerexpansion bus melalui slot ISA (8 bit atau 16 bit) atau PCI (32 bit atau 64 bit). NIC mempunyai satu atau lebih port eksternal yang digunakan untuk menempatkan kabel networknya.
Fungsi utama dari NIC adalah mengijinkan komputer untuk berkomunikasi dalam network. Ia melakukan hal ini dengan mengirim/menerima dan mengontrol traffic dengan komputer atau peralatan lain yang ada pada network. Saat mengirim, NIC mengkonvert data dari pararel ke serial, mengencode dan mengompresinya, dan kemudian menempatkannya pada kawat dalam bentuk sinyal listrik atau optik. Proses ini terjadi sebaliknya pada saat menerima. NIC mentranslate sinyal listrik yang diterimanya menjadi bit-bit yang bisa dibaca oleh komputer.
Setiap NIC mempunyai identifikasi unik yang disebut MAC Address yang telah dihard-coded pada cardnya. Sebagai tambahan, setiap NIC harus mempunyai network adapter driver yang mengijinkan ia untuk berkomunikasi dengan network protokolnya. Sebuah NIC spesifik untuk arsitektur LAN tertentu (misalnya, Ethernet, Token Ring, atau Fiber-Optic).
Ada kemungkinginan untuk menginstall lebih dari satu NIC pada komputer yang sama.
Kebanyakan NIC berhubungan langsung ke bus sistem komputer melalui 32-bit PCI slot atau 8-bit atau 16-bit ISA slot untuk komputer lama. NIC beroperasi pada Physical layer, layer yang paling bawah dari model OSI.

MAC Address
Setiap NIC mempunyai MAC address yang unik yang diberikan kepadanya. MAC address, juga direferensikan sebagai physical address, adalah 6-byte (48-bit), hexadesimal serial number yang telah dihard-coded kedalam card oleh pemanufakturnya.
Pemanufaktur NIC (misalnya, Intel, 3Com, Cico, dll) harus mengaplikasikan standard IEEE untuk blok address yang diberikan ke cardnya. 3 oktet paling kiri dari address mengidentifikasikan manufaktur dan 3 oktet paling kanan mengidentifikasikan serial number yang unik untuk cardnya.
Jika sistem anda menjalankan TCP/IP, anda bisa mendapatkan MAC Address dengan mengetikkan perintah “ipconfig /all” pada dos command prompt atau winipcfg pada windows 95. Catat bahwa MAC adalah singkatan dari Media Access COntrol, bagian dari Data Link Layer pada model IEEE 802. Jadi, istilah “MAC address” kurang tepat. MAC address direferensikan pada layer ini tapi sebenarnya berada pada physical layer. Meskipun physical address adalah deskripsi yang lebih tepat, MAC address adalah istilah yang sering digunakan dalam prakteknya.

Apa yang dilakukan oleh MAC address
MAC address menyediakan jalan untuk membedakan satu NIC dengan NIC yang lain. Operasi pada layer paling bawah dari model OSI (physical dan data-link layer) tidak secara langsung mengenal nama komputer atau alamat protokol (misalnya IP address). MAC address mengijinkan sebuah card untuk mengenali data yang diberikan kepadanya. Sebuah NIC mengecek setiap frame atau packet pada traffic networknya untuk melihat apakah ia berisi MAC address kepunyaannya. Sekali sebuah NIC mengidentifikasi sebuah frame dengan MAC address miliknya, ia akan mendecode dan memproses frame tersebut.
Sebuah bridge, yang beroperasi pada data-link layer, melihat ke MAC address. Sebuah router, yang beroperasi pada network layer, melihat pada protokol addressnya. Jadi, sebuah router mampu untuk melakukan manajemen traffic yang lebih pintar dibanding bridge.

Bagimana NIC dihubungkan ke kabelnya
Sebuah konektor interface adalah koneksi fisik antara NIC dan kabelnya. Ada tiga tipe interface konektor yang umum yang digunakan pada LAN:
– BNC (British Naval Connector). Digunakan dengan kabel koaksial.
– RJ-45. Sebuah 8-kawat konektor modular yang terlihat mirip dengan
– konektor jack telepon (RJ-11). Digunakan dengan kabel
– twisted-pair. (RJ-11 hanya mempunyai 6 pins, sedangkan RJ-45
– mempunyai 8 pin). AUI (Attachment Unite Interface). Umumnya sebuah
– 15-pin interface yang digunakan dengan kabel koaksial thicknet. Juga
– disebut sebagai DIX (Digital Intel Xerox) interface. Sudah tidak
– umum lagi.
Beberapa NIC mempunyai lebih dari satu interface konektor (misalnya, satu RJ-45 dan satu BNC).

Bagaimana sebuah NIC dihubungkan ke Komputer
Sebuah bus adalah satu seri baris-baris printed circuit yang membentuk jalur bersama dimana beberapa bagian komputer bisa berkomunikasi. Dengan kata lain, bus adalah rangkaian atau jalur listrik dimana data ditransmisikan.

Apa perbedaan antara local dan expansion bus
Sebenarnya ada dua tipe bus: local dan expansion.
· local bus (juga disebut sebagai processor atau system bus) adalah jalur yang berhubungan secara langsung ke CPU. Ia umumnya adalah 4 bus (data, address, control dan power). Komponen-komponen pada local bus disinkronisasi oleh CPU. Ini berarti mereka bisa beroperasi pada jalur 32-bit pada kecepatan clock penuh. Umumnya hanya main memorynya processor dan logic controller yang dihubungkan ke local bus.
· expansion bus (juga disebut sebagai AT Bus) mengijinkan CPU untuk berkomunikasi dengan controller dan peralatan-peralatan lainnya. Ia menghubungkan beberapa peralatan seperti disk dan video controller, card serial dan pararel, network interface card (NIC). Umumnya komponen-komponen ini berkomunikasi melalui 16-bit ISA slot pada 8 MHz. Dengan kata lain, mereka melalukan tugas pada kecepatan dibawah kecepatan processor. Karena kecepatan dan jalur datanya lebih rendah daripada local bus, expansion bus bisa menjadi bottleneck pada performansi sistem.
PCI (Peripheral Connection Interface) bus desainnya memberikan kapabilitas untuk menyediakan tap/hubungan langsung ke local bus (32-bit) untuk transfer data yang lebih cepat. Ini mengijinkan periferal seperti NIC untuk membypass expansion bus. VLB (VESA Local Bus) juga ditempatkan langsung ke local bus.

Apa arsitektur bus yang umum dan bagaimana karakteristiknya
· Expansion bus yang populer dapat dibedakan sebagai berikut:
· PCI – Peripheral Connection Interface. Saat ini adalah paling populer dan paling cepat desain busnya. PCI dibuat oleh Intel dan menjadi standar industri untuk sistem Pentium. Ia bisa menukar data dengan CPU pada 32 atau 64-bit per detik dan mensupport bus mastering (mengijinkan kartu ‘pintar’ untuk melakukan prosess mandiri dari CPU). Ia juga mensupport multiplexing (sharing atau mixing sinyal pada bus). PCI slot hanya menerima card PCI dan card PCI hanya pas pada PCI slot.
· VLB – VESA (Video Electronic Standards Association) Local Bus. VLB awalnya didesain untuk mengganti display adapter sebagai bottleneck system. Mensupport 3 slot untuk periferal kecepatan tinggi yang memerlukan 32-bit local bus (CPU). Ia juga mensupport bus mastering dan menawarkan kompatibilitas kebelakang (yaitu, slot VLB bisa menerima card ISA tapi card ISA hanya berfungsi sebagai card ISA,tidak mengakses ke local bus).
· MCA – Micro Channel Architecture. Dibuat oleh IBM untuk computer PS/2 nya, desain ini tidak berhasil.
· EISA – Extended Industry Standard Architecture. Kelanjutan dari desain MCA IBM yang mentransfer data pada 32-bit dan menawarkan backward compatibility.
· ISA – Industry Standard Architecture. Desain bus paling awal. Juga dikenal sebagai PC/AT bus. Data ditransfer pada 8 atau 16-bit bergantung dari cardnya. Slot ISA 16 bit akan menerima card ISA 8 bit atau VLB card.
 

Setting apa yang digunakan untuk mengkonfigurasi NIC
Untuk menginstall sebuah NIC pada komputer, NIC harus secara tepat dikonfigurasi. Sementara prosedur yang tepatnya bergantung jenis cardnya, ada beberapa option yang mungkin diperlu diset untuk NIC agar bisa berkomunikasi dengan komputer:
· Interrup Request Line (IRQ) – line hardware yang digunakan utnuk
· mengirimkan servis request ke CPU.
Base
I/O
Port Address – channel
· untuk aliran data antara NIC dan CPU. Base Memory Address – lokasi
· memory (buffer) yang digunakan oleh NIC. DMA Channel – channel
· untuk NIC mengakses memory tanpa perlu melalui CPU. Transceiver
· type – transmit/receive setting, bergantung jenis pengkabelannya.
Tidak semua NIC memerlukan semua option diatas untuk dikonfigurasi. Bergantung pada NIC nya, proses konfigurasi bisa dilakukan melalui software atau membutuhkan setting secara fisik melalui jumper atau switch pada NIC nya.

Apakah IRQ dan bagaimana ia digunakan untuk mengkonfigurasi NIC
Sebuah IRQ (Interrup Request) line adalah line hardware dimana sebuah device seperti keyboard, disk drive, atau NIC mengirim request untuk service (interrupt) ke CPU. IRQ diberikan dengan prioritas yang berbeda sehingga CPU bisa menentukan kepentingannya dari service request yang datang. System 80286 dan diatasnya mempunyai 16 line IRQ yang diberi nomor 0 sampai 15. Dari semua ini, IRQ 2 dan 9 direserve untuk keperluan system (cascade).

Apakah IRQ conflict
Jika sebuah device seperti keyborad atau printer membutuhkan perhatian CPU, ia mengirimkan sinyal melalui IRQ line yang diberikan kepadanya. Jika CPU mendeteksi interrupt ini, ia mengetahui device mana yang mengirimkan sinyal dan mengalokasikan waktunya berdasarkan prioritas requestnya. Beberapa IRQ secara permanen telah diberikan (misalnya IRQ 1 selalu untuk keyboard). Akan tetapi, IRQ yang lain bisa diberikan oleh user.
Secara umum hanya satu device yang bisa diberikan untuk IRQ line tertentu. Jika dua device menggunakan IRQ yang sama, CPU tidak bisa membedakan device mana yang memberi sinyal dan hasilnya adalah konfik IRQ.
Dua device bisa menshare IRQ yang sama. Hanya saja mereka tidak bisa menggunakannya pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh, jika kedua mouse dan modem diberikan ke IRQ 3 (COM2), konflik mungkin akan muncul. Umumnya, satu atau kedua device ini akan mengunci dan menstart secara tidak teratur. Ada kemungkinan konflik IRQ akan menghasilkan kegagalan operasi sistem.

Pemberian IRQ dari 0 sampai 15 yang umum
Untuk sistem 80286 dan setelahnya, setting IRQ umumnya adalah sbb:
· 0 system timer 1 keyboard 2 cascade ke IRQ 9/programmable interrupt
· controller 3 COM2/COM4 (communication ports) 4 COM1/COM3
· (communication ports) 5 LPT2 parallel port, umumnya digunakan juga oleh soundcard. 6 Floppy disk controler 7 LPT1 parallel port. 8
· system or real-time clock/CMOS 9 cascade from IRQ 2 10 open 11 open
· 12 OS/2 mouse atau trackball 13 math co-processor 14 hard disk
· controller 15 second hard disk controller

Apakah Base I/O port address dan bagaimana ia digunakan dalam konfigurasi NIC
Base I/O port menentukan channel yang mana data mengalir dari CPU dan ke I/O device tertentu seperti NIC. Tiap-tiap I/O device harus mempunyai port yang unik atau lokasi memory sehingga device yang lain bisa berkomunikasi dengannya. Selama eksekusi program, data dan
command diarahkan ke port ini.
Beberapa setting I/O port yang sering digunakan untuk NIC adalah 280-29Fh, 300-31Fh, 320-33Fh, 340-35Fh, and 360-37Fh.

Apakah base memory address dan bagaimana menggunakannya pada konfigurasi NIC
Base memory address adalah alamat lokasi pada memory (RAM) dimana CPU bisa bertukar data dengan device seperti NIC. Memory space disediakan sebagai buffer untuk menyimpan data yang masuk dan keluar. Base memory address untuk NIC misalnya pada range C000-D800 .
Tidak semua NIC memerlukan base memory address karena mereka tidak bertukar data dengan CPU melalui lokasi shared memory.

Bagaimana informasi ditransfer antara NIC dan CPU
Ada tiga cara utama bagaimana pertukaran informasi antara NIC dan CPU:
· DMA Transfer. Direct Memory Acces controller mentransfer data secara langsung dari NIC ke lokasi memory yang disediakan pada komputer.
· Shared System Memory. Shared memory bisa dialokasikan pada card atau pada system. Jika shared memory berada pada card, ia dimap ke RAM melalui base memory address dan processor merawatnya seperti lokasi memory yang lain. Jika shared memory berada pada system, processor khusus pada NIC digunakan untuk memindahkan data ke dan dari suatu lokasi memory.
· Bus Mastering. NIC akan membypass CPU, mengambil control ke bus sistem dan meload data secara langsung ke sistem memory tanpa interrup ke CPU. Metode ini tersedia hanya pada sistem bus tertentuyang mensupportnya (misalnya PCI).
Tiap-tiap dari metode ini dapat meningkatkan performansi dari operasi network melalui basic I/O. Secara umum, bus mastering dan shared memory lebih baik daripada DMA.

Apakah DMA Channel
DMA (Direct Memory Access) channel digunakan untuk mentransfer data secara langsung antara memory dan device I/O yang pintar seperti NIC. Sebuah DMA channel sebenarnya terdiri dari dua line sinyal; line untuk menerima dan line untuk acknowledgement.
DMA channel mengijinkan sebuah device pada expansion board untuk mentransfer data ke atau dari RAM tanpa melalui CPU. Saat device membutuhkan akses ke memory, ia mensinyal CPI melalui DMA channel yang diberikan kepadanya. CPU kemudian keluar dari jalan tersebut dan
transfer data mengambil alih tempat secara langsung antara device dan memory. Kekurangan dari metode ini adalah operasi CPU berhenti dan menunggu sampai transfer selesai.
Tidak semua device menggunakan DMA channel. Sebuah tape backup adalah contoh device yang umumnya melakukan hal ini. Kebanyakan NIC tidak menggunakan DMA karena interupsinya ke CPU. Jadi, jika sebuah device membutuhkan DMA channel, channel yang unik harus diberikan atau konflik akan terjadi.
Jumlah DMA channel yang tersedia bergantung pada system bus. Hanya ada 4 channel yang tersedia pada bus ISA 8-bit yang lama. Untuk bus yang lain, ada 8 channel (dinomori 0-7) dan hanya 7 yang disediakan untuk slot ekspansi. Umumnya DRAM refresh, floppy disk controller, DMA controllernya sendiri, dan LPT1 menggunakan DMA channel 0, 2, 4 dan 7 secara berurutan. Channel yang lain umumnya bebas untuk digunakan.

Apakah Transceiver
Transceiver adalah sebuah device yang mentransmisikan dan menerima sinyal. Transceiver pada NIC digunakan untuk menerjemahkan aliran data dari pararel (internal) ke serial (eksternal) dan sebaliknya. Transceiver bisa mendeteksi error pada kabel dan menterminate transmisi jika controller (NIC) mentransmit telah melebihi waktu yang ditentukan.
Transceiver adalah bagian inti dari ethernet LAN. Normalnya ia berada pada NIC. Akan tetapi, pada Thicknet cable transceivernya ditempatkan secara external langsung ke kabel.

Apakah pilihan transceiver untuk konfigurasi NIC
Umumnya ada tiga pilihan transceiver untuk mengkonfigurasi combo card pada jaringan ethernet: – twisted pair – thicknet – thinnet

Sumber : NOC UNILA 

5 Tanggapan to “Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan Bagian Ke 2”

  1. igede nata antara said

    tolong kasi tahu tipe-tipe CPU yang ada dan apa karakteristiknya. trimakasih atas perhatian dan bantuannya. semoga myDeden maju terus dan tetap menulis ilmu pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat luas

  2. inessa jasmine said

    pusing gw ngeliatnya

  3. goood, gmana klo dtambah video bokep, eh salah video panduan

  4. Firman said

    apakah memasang kabel LAN untuk PS2 sama seperti komputer???

  5. saya orang malaysia bisa paham beberapa perkataan yang bisa mengelirukan. tapi tak apa saya bersyukur kepada ilahi yang telah menjadikan kalian yang benyak membatu dari segi pembelajaran ini. harap kalian teruskan perjuangan kalian untuk berkongsi ilmu kalian kepada semua orng yah. terima kasih banyak-banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: