myDeden.Kom

Pemulung yang Berusaha Memanfaatkan Limbah Sebaik Mungkin

Haaah .. Gaji Karyawan TI di Indonesia Terendah di Asia

Posted by kang deden pada 7 Agustus, 2007

Dalam bidang Teknologi Informasi (TI) perusahaan-perusahaan di Indonesia dan Filipina tercatat paling rendah menghargai kompetensi karyawannya. Untuk sektor industri TI dan Web, profesional di Indonesia dalam setahun mendapat total gaji rata-rata sebesar US$ 10.959, atau 8.022.901 rupiah/bulan.

Survei gaji bidang TI yang dilakukan zdnetasia.com menghasilkan pemeringkatan gaji karyawan dalam industri TI di negara-negara Asia, dan menemukan bahwa karyawan TI di Indonesia dan Filipina terendah di kawasan tersebut. Sedangkan, Hongkong dan Singapura menempati urutan teratas.

Dengan pengalaman 5 tahun di bidangnya, seorang profesional TI di Indonesia hanya dihargai sekitar US$ 5.619 setahun, atau setara dengan Rp 4.113.576 setiap Bulan. Bahkan, menurut survei tersebut, jika Anda berpengalaman hingga 10 tahun pun, perusahaan Indonesia hanya mampu menggaji Anda rata-rata maksimal US$ 20.030 per tahun atau sekitar Rp 14.663.629 setiap bulan, dengan kurs saat ini.

Di Filipina pun, karyawan pada sektor yang sama hanya mendapat gaji total per tahun sebesar US$ 10.899. Bandingkan dengan Hongkong, di mana tenaga TI-nya bisa berpenghasilan sampai US$ 42.422 setahun.

Sementara, untuk profesional pada umumnya di semua sektor di Hongkong bisa berpenghasilan sampai US$ 80.005 dengan pengalaman 10 tahun atau lebih. Kondisi tersebut menempatkan Hongkong pada posisi pertama di Asia yang karyawannya berpenghasilan tinggi.

Singapura menjadi negara kedua di Asia dengan penghasilan total per tahun yang tertinggi. Profesional TI dan Web negara itu dalam setahun rata-rata berpenghasilan sekitar US$ 39.782. Dan, penghasilan tahunan para profesional semua bidang di negara itu tercatat sebesar US$ 25.282 sampai US$ 64.289, untuk mereka dengan pengalaman 5 sampai di atas 10 tahun kerja.

Manajemen TI

Untuk sektor industri TI, survei tersebut seperti dikutip Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika, juga menampilkan data menarik lain yang dapat menjadi bahan kajian. Mereka yang berkarir di bidang Manajemen TI, misalnya, mendapat total pendapatan tahunan yang paling besar dibandingkan bidang lain seperti Project Development dan System Development.

Hal ini berlaku di semua negara yang disurvei, yakni Hongkong, Singapura, Thailand, India, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Untuk posisi Manajemen TI, Hongkong berada di peringkat tertinggi pendapatan per tahun yakni US$ 96.754, disusul Singapura (US$ 61.167), Thailand (US$ 38.721), India ( US$ 28.557), Malaysia ( US$ 25.162), Filipina ( US$ 19.524) dan Indonesia ( US$ 16.060).

Sedangkan, penghasilan terendah di sektor TI ditempati oleh bidang System Development, yakni US$ 40.971 (Hongkong), US$ 32.902 (Singapura), US$. 15.450 (Thailand), US$ 13.967 (Malaysia), US$ 11.953 (India), US$ 8.448 (Filipina) dan US$ 6.897 (Indonesia).

Sumber : http://www.portalhr.com/beritahr/compensation/1id673.html

31 Tanggapan to “Haaah .. Gaji Karyawan TI di Indonesia Terendah di Asia”

  1. bangaip said

    Iya Kang, gila yaa.

    Ini memang mengagetkan, sebab kualitas otak tenaga IT kita tidak berbeda dengan tenaga IT luar. Kok gajinya bisa beda?

    Ini sekedar berbagi.
    Dulu, waktu masih tinggal di RI, ada seorang anak muda Indonesia, lulusan luar negeri. Lumayan lama di LN.

    Selesai kuliah, nglamar kerja di kantor saya. Walaupun bukan pekerjaan saya, iseng-iseng aja saya interview.

    + “Kamu lulusan Univ bagus yaa. Minta digaji berapa?”
    – “Standar hidup saya, 25 juta perbulan, Pak”
    + “Itukan kalo kamu tinggal di luar negeri. Ini kan Indonesia”
    – “Eehh.. ehhh… Berapa yaa?”
    + “Kamu udah pernah kerja di Indonesia?”
    – “Belum, Pak”
    + “Tahu berapa cost living di daerah ini?”
    – “Nggak, Pak”
    + “Hmhhh…, kamu saya gaji 1 juta yaa. Mao ga?”

    Dia memandang saya dengan tatapan sayu. Tidak percaya. Dan agak stress. Lalu menjawab “Kapan boleh saya bekerja, Pak?”

    Gantian saya yang kaget. Gila… Nih anak ga punya posisi tawar banget. Uang sejuta, untuk anak hedon dan macam dia, paling habis dua hari.

    Apabila bekerja di tempat kami, gimana dia bisa mempertahankan argumen di depan klien nanti, kalau begitu saja sudah nyerah?

    Akhirnya, terpaksa ia dilengserkan. Ada kandidat lain yang kami pekerjakan. Yang ngotot, ga mao digaji murah. Huehehe.

    Maap, jadi ngeblog gini, Kang Deden.

    Hehehe

  2. aliasing said

    saya rasa, perbdingan gaji tidak bisa selalu dipakai sebagai patokan. harus ada perbandingan juga antara jumlah gaji yg didapat dengan living cost. bisa jadi gaji 20 juta di indonesia sangat lebih layak dibanding gaji 40 juta di mesir misal. saya rasa untuk IT dengan pengalaman kurang dari 5 tahun gaji 5juta cukup layak lah untuk tinggal di indonesia.

    • @aliasing: Jika Anda mengukur dengan perasaan maka 5jt untuk yg berpengalaman 5thn mungkin cukup. Namun jika Anda juga memang orang IT yg berprestasi dan high-skilled dan mengukur dengan jeli semua kebutuhan hidup, maka 5jt untuk Jakarta adalah angka yang tekor.

      Mari kita asumsikan si A cum-laude kuliah S1 IT di usia 22th dan langsung kerja. Setahun bekerja prestasinya terlihat dan diterjunkan perusahaan mengikuti training2 tambahan di luar jam kerja selama 3 tahun, sebuah pengorbanan yang melelahkan, bukan?. Untungnya selama training ia terlibat cinta lokasi dgn peserta lain dan akhirnya menikah di usia 26th. Setahun kemudian kemudian ia dikaruniai dua orang anak kembar dan isterinya pun memutuskan untuk berhenti bekerja demi mengemban tugas mulia untuk membesarkan anak.

      Walhasil di usia 27 tahun Si A sudah ikut memajukan perusahaan selama 5th serta meiliki pengalaman yang lebih di bidang IT dan di bidang produksi anak, hehe…

      Seperti kita lihat, bisa diasumsikan ia harus menanggung biaya hidup untuk 4 orang, sehingga kalau saya cantumkan perhitungan standar biaya hidup bulanan maka angka 7jt adalah angka yang pas-pasan, karena biaya tak terduga dan tabungan pendidikan anak belum dihitung.

      Mungkin Anda berkilah, “lho yang bekerja kan cuma si A, kenapa keluarganya menjadi concern perusahaan?”

      Memiliki keturunan adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia normal. Manusia normal akan gundah jika tidak mengikuti sifat alamiah yang satu ini, dan ini akan berdampak peda kinerjanya di perusahaan. Tentunya perusahaan yang berpikiran maju akan ber-empati akan hal ini, bukan? Dan tentunya pula perusahaan seperti ini akan senang jika memiliki karyawan yang normal.

      Jadi… kepada para penentu salary… marilah bersikap adil dalam memberi gaji, lakukan berdasarkan perhitungan prestasi, loyalotas dan kejujuran karyawan, bukan berdasarkan tawar-menawar yang bisa menjerumuskan karyawan kepada angka yang tidak sesuai dengan prestasinya, ata menunggu karyawan yg malu2 kucing minta naik gaji.

      Jika Anda adil dalam memberi gaji, maka Tuhan tidak akan membiarkan siapapun mengganggu perusahaan Anda dengan ketidakadilan.

      Ted.

  3. Cukimay said

    sy pun amat sngt kcw ats perlakuan 2,sy pun brhrp 1 saat nnti gaji pr karyawan TI di indnsia bs mncapai US$ 90.000
    krn bgai mn ngr ni mw maju klo sprti ni??

  4. bangbujang said

    iya nich, saya aja yang sekarang kerja di perusahaan telekomunikasi indonesia,walau cuma outsourching pernah dapt pengalaman waktu setting koneksi speedy di sebuah bank hanya di bayar sebatas uang rokok,cuma 15 rb, gila ga yaa,,,,bangsa indonesia mau maju gimana klo presentasi terhadap ilmu org ga di hargai,,,,

  5. santus said

    hmm.. kalau gajinya dibandingkan juga dengan biaya hidup karyawan masih jauh beda banget ga ya?

    kalau perbandingan antara gaji lulusan dari indonesia dan dari luar yang bekerja di tempat ada ga ya?
    tapi tetep sih kayanya masih lebih kecil..

    btw blognya bagus!

  6. fanaticanz said

    gua gawe di warnet, tugas gua teknisi + operator, ada satu lagi yang gawe juga. Tapi belum bisa (bahkan disinyalir ga punya keinginan) apapun tentang komputer. Jadi kerjanya cuma sebatas bebersih + operator.

    Yang jadi masalah adalah, gaji gua sama dia, SAMA !! skil kompie gua sama skil bebersih disetarain gitu harganya!! jam kerja bahkan bisa dibilang gedean gua, karna kadang walau bukan jatah kerja, suka dipanggil.

    Nasib.. nasib… Jauh lagi dibawah UMR gajinya…..😦

  7. fanaticanz said

    gua gawe di warnet, tugas gua teknisi + operator, ada satu lagi yang gawe juga. Tapi belum bisa (bahkan disinyalir ga punya keinginan) apapun tentang komputer. Jadi kerjanya cuma sebatas bebersih + operator.

    Yang jadi masalah adalah, gaji gua sama dia, SAMA !! skil kompie gua sama skil bebersih disetarain gitu harganya!! jam kerja bahkan bisa dibilang gedean gua, karna kadang walau bukan jatah kerja, suka dipanggil.

    Nasib.. nasib… Jauh lagi dibawah UMR gajinya…..😦

  8. nandang said

    W sangat prihatin dengan kebijakan perusahaan di Indonesia,W salah satu korban ketidak seimbangan untuk taraf hidup sebagai karyawan
    IT.W karyawan It U/Support,tapi salary yang W dapat cuma bisa buat beli makan dan gak bisa u/beli baju baru misal-Y.W gak tau yang salah
    kita mau kerja dengan salary yang ditawarkan ckp rendah krn standar Perush yg ada di Indonesia atau kita tolak az tapi kita akan nganggur krn yang lain mau dgn salary tsb.

  9. fahmi said

    waaaah ternyata negara kita masih kurang bisa menghargai otak seseorang yaaah…harusnya gaji orang di pemerintahan tuuuh yang disubsidi buat orang2 di bidang IT…tooh mereka cuma cuap2/jadi penjilat tapi dapet gaji lebih…weeew.. kang deden bantuin dooonk anak bangsa biar bisa kerja diluar.

  10. Anton said

    Loh, kok repot…bikin usaha sendiri aja, knp mesti kerja ke orang. Bikin software, trus website, jual di internet. Lebih menarik daripada kerja ke orang🙂

  11. Frengky Sitinjak said

    benar juga sihh kadang2 prusahaan yang ada di indonesia sekarang g mau ambil pusing. kenapa ? karena kalau kita tidak mau dengan apa yang ditawarkan mereka, masih banyak ko yang mau gitu prinsipnya, timbang nganggur yaaaa,, terima aja dehhh ya g? cerita dikit yaa,, ada satu kost san ama gue dia kerja di sebuah restoran, gajinya sebulan cuma 3 ratus ribu, padahal omsek perusaaahan itu bisa dibilang lancarlah,,satu hari bisa sampai 20 juta, karyawan cuma 15 orang gilaaa g?? prinsip orang itu begini kalau lo g mau? masih banyak ko yang mau begitu,,

  12. 182 said

    Yoi gimana kita menunggu hidup yang begini terus bagaimana perjuangan sebuah ilmu,hanya di hargai sebelah mata.Toh..kita butuh buat kawin rumah anak,gmn coba..???

  13. bayu said

    pernah nyoba bikin usaha sendiri ? kecil kecilan
    gimana ngadepin temen temen , partner kerja yg nggk sesuai
    omongan sama kenyataan ?
    apa yg kita kerjain, itu yg kita dapatin.
    kerjaan nya ngapain ? udah bener kerjaan nya ?
    menghasilkan ?
    sumpah !! pengalaman bikin usaha kecil kecilan itu ngasih benyak pelajaran + pengalaman.
    bahwasanya.
    pembantu rumah tangga itu lebih profesional, daripada tenaga IT
    yg skill nya pas pas an.
    berani taruhan ? atau coba sendiri
    no comment.
    usaha kecil kecilan itu, buat hidup sendiri aja susah, yg mencoba berbagi, ke temen temen atas sebagian penghasilan nya
    yg nggk memadai. cuma untuk berbagi, biar sama sama, bisa belajar bersama.
    biar susah sungguh, semua harus tetep di hadapin.
    Tapi … masih aja di khianatin.
    coba bercermin, sudah pantaskah gaji dan kemampuan ?
    apakah ada persetujuan sebelum nya ?
    kenapa nggk mencoba menggaji daripada di gaji
    dan mengeluh yg nggk pernah ada ujung nya.

    semua tenaga kerja Indonesia yang kecil gaji nya
    karena kebodohan, Manja, cengeng,
    dan profesional dalam mengeluh.

    Jayalah Indonesiaku, berhentilah mengeluh
    mulai lah bekerja keras.

  14. t.s said

    kenapa gaji di indo lebih kecil? hm.. karena orang indo sendiri yang bodoh. Coba, semua karyawan IT sepakat untuk tidak digaji rendah, toh, sekarang semuanya sudah hidup berkecukupan..
    Yah.. akhirnya saya juga kecipratan, dapat gaji rendah.

    @aliasing
    Memang, perbedaan pengeluaran bisa dijadikan patokan. Tapi apakah patokannya gaji 10x lipat lebih rendah daripada luar negri? 15x s/d 20x lipat malah. Ilmu bukan didapat dari ongkang2 kaki. Sistem informasi usia 1 tahunan itu sudah basi, harus belajar lagi yang baru, dsb.. So?
    sebagai pertimbangan, gaji saya cuma 1.2jt/bln pertama masuk (pertama di tawarin 1jt). Dan ada yang menyebutkan, di bawah UMR. Itu mah, harusnya lebih rendah lagi..
    Kalau Anda adalah orang yang menghargai apa itu kerja keras, Anda pasti sependapat bahwa 5jt untuk profesional dengan pengalaman 5 tahun itu kecil, sangat malah.
    Sayang Anda bukan orang IT, apalagi yang berpengalaman 5 tahun.

    @bayu:
    idem dengan pendapatnya, cuma kata-kata ‘menggaji’ dibalik dengan kata ‘digaji’. Ingat! suatu perusahaan yang membutuhkan tenaga IT harusnya adalah perusahaan yang bener2 butuh tenaga IT. Ga bisa membayar, ya ga usah membuka lowongan untuk IT. Setting aja sendiri.. Emang orang belajar ga perlu uang apa? Coba cari kenalan orang IT yang bener2 OK. Tanyain tuh, dia belajar habis berapa? uang buku, uang internet, waktu dll? Emang cuma butuh waktu 1 tahun plus 10 juta langsung ahli?
    nb: cari hal apapun, jangan yang tanggung2. hasilnya juga tanggung. Anda cuma bisa bayar tenaga IT 500rb/bln, yah kualitas yang Anda dapat sama donk.
    Coba renungkan🙂.

    Maaf, bukan mau nembak siapa2, cuma ingin agar semua lebih bisa berpikir kritis.

  15. wahyu said

    jadi pengen urun rembug. salah satu penyebab knapa di indonesia banyak insan it yg digaji kecil? sebabnya ya salah insan it tersebut. mengapa?

    gw amati sebagai sesama ‘kuli’ it, hal itu disebabkan budaya kerja kita yang selalu berusaha menyesuaikan kerjaan kita dengan gaji kita. misal “karena gue digaji segitu, maka gw ngerjain-nya juga segitu” inilah salah kaprah yang banyak terjadi di rekan2 kerja gw. bekerjanya tidak optimal & maksimal. masih suka simpan ilmu, tidak bekerja professional sepenuh hati.

    bayangkan kalo kita membatasi kerjaan kita gara2 kita digaji kecil, atasan kita akan menganggap kita tidak bekerja dengan baik, mungkin justru dianggap bodoh. kerjaan mudah dibilang sulit, kerjaan yg bisa cepet selesai justru dilambat-lambatin. hingga atasan akan menilai kuli it tersebut tidak qualified.

    pengalaman gw sendiri di indonesia, menunjukkan bahwa gaji gw sebagai kuli it, masih diatas rata2 survey tersebut. karena gw selalu bekerja MELEBIHI harapan dari perusahaan, MELEBIHI job description gw.

  16. esensi said

    Bikin negara TI aja yok, semua manusia yg berprofesi sbg ahli TI di negeri ini bikin negeri utopia ndiri. Kita gabung, bukankah “bersama kita bisa…?” Hue hue hue…

    Gubraks!

    Ah gila, ternyata gwa mimpi…

  17. Awey said

    Walaaaahh…klo qt banding2 kan ama negara2 onohnoh, negara qt memang blom bs menghargai hasil pemikiran org, blk lagi ama qt dech apa qt sdh bs ngehargai pemikiran org..contoh klo qt beli brg ky baju atau celana..kadang qt blg harganya kemahalan kg sesuai dengan model, bahan dll, pdh yg bikin kan udh repot nyurahin pikiran ama keahlian mrk bikin. naaah jdnya klo mo dihargai qt semua hrs bs ngehargai org dulu.. br qt sbg org2 TI pst di hargai.. dan jgn lupa org2 TI skr itu pada banting2 harga wong klo jual Software/Aplikasi komputer hrgnya murah banget..alasanya yaaa lumayan drp kg ada… qt jg yg ngejual keahlian qt dgn hrg murah..

  18. bow said

    gimana mau IT indonesia maju kalo dukungan materil gak memadai
    soalna banyak pejabat pada korupsi

  19. Ahmad said

    gini hari kok kaget lihat gaji orang2 TI di Indonesia kecil…. negara miskin gini mana mampu bayar TI mahal…. ga usah kaget lah!!!! mending kerja yg bener supaya anak cucu kita nanti ga ngalamin hal yang sama….. terima kenyataan…

  20. Herry said

    gimana negara mau ngasih gaji mahal??? kalo selama ini masyarakatnya juga tidak pernah menghargai prooduk nasional… pernah kalian bangga dengan produk yang bertuliskan “Made in INDONESIA”????

  21. edhoy said

    tai lo smua mati aja lo da sukur di kasih kerjaan…ribut aja lo sama gw sini…

  22. abaza said

    gua setuju 99 % aja pendapatnya. yang 1% itu dah rizki untuk IT indonesia kali baru / cuman segitu itu pun kalu emang bener kerjanya….?!!
    yang jelas ikhtiar, doa dan tawakal tuk bisa nerima tuh gaji…!!!
    jangan lupa selalu bersyukur….!

    jangan lupa tuh diatas resep2 para ustadz.
    sudah terbukti….

    sukses IT Indonesia

  23. abaza said

    gua setuju 99 % aja pendapatnya. yang 1% itu dah rizki untuk IT indonesia kali / baru cuman segitu, itu pun kalu emang bener kerjanya….?!!
    yang jelas ikhtiar, doa dan tawakal pada Allah tuk bisa nerima tuh gaji…!!!
    jangan lupa selalu bersyukur….!

    jangan lupa tuh diatas resep2 para ustadz.
    sudah terbukti….

    sukses IT Indonesia

  24. gde said

    diusahakan smk sampai kuliah belajarnya tentang komputer ja. pelajaran tentang ipa.ips,mtk dan lain-lainnya diusahakan lebih sedikit belajarnya.belajarnya fokus ke dunia komputer ja….

  25. itulah Indonesia kita yang tercinta ini. kl menurut saya sih, kita ini sebenarnya dalam masa-masa perubahan sistem. benernya, orang-orang teknologi di Indonesia itu gak perlu berpangku tangan sama perusahaan ataupun pemerintahan. Minta gaji gede, minta difasilitasi, minta ini, minta itu. weh…kapan sih mau mandiri?. lebih baek nih kyk saya. buat usaha sendiri alias freelance, jualan website en cd interaktif, eh…malah disuruh jadi konsultan IT pemerintahan setempat. Pengalaman??..gak pake!. modalku cuma ilmu TI yang kudapat semasa kuliah, trus percaya diri untuk maju!. itu adalah kunci keberhasilan. Tapi, kalo, tetep ngotot kpengen gaji 25 juta/bulan di Indonesia??…jangan mimpi deh OM! bisa-bisa ente ntar terus2an mengkhayal, akhirnya busung lapar deh!.

    saranku sih..kalo kalian anak2 SI-TI, lebih baek dah buat usaha, ntar karyawannya cari anak2 SMK JARINGAN atau SMK MULTIMEDIA. percaya deh!..jangankan 25jt/bulan, 70-80jt/bulan pasti ditangan deh!. rejeki dapet, dapet pahala lagi karena bisa ngegaji orang.

  26. gesso said

    ya itu bkn kbr burung lg, di Indonesia org masih mandang titel (sarjono gt loh ) ktmbng skill individual, ya klo org2 IT masih dianggap anak tiri oleh bngsa kita sendiri, wajar aja karena bangsa kita masih belum menghargai IPTEK, n walaupun bnyak org2 pnter dinegara kt, prcuma aja, bangsa ini ga kan bsa dibwa maju, sistem dinegeri ini harus dignti total, budaya menghargai IPTEK termasuk thd pelakunya sendiri perlu ditumbuhkan, so pasti kita2 org IT hrus bsa berdikari (itu tuh kt bung Karno, sang Founding father), so pasti kemajuan IPTEK dinegeri ini tergntung kita2 juga

  27. inda indriyana said

    waduh, sy mhasiswa jurusan ti nih.
    harusnya para lulusan ti bisa diperhatikan dan dihargai baik2. karena dunia sekarang mana bisa si lpas dari teknologi informasi. kuliahnya sj diajarkan ilmu exact yang lumayan bisa buat otak muter. harusnya sadar lulusan ti itu bukanlah pribadi yang sembarangan. walaupun trgantung juga si.
    sy brharap saat sy lulus nanti gaji karyawan ti bisa lebih menjanjikan. aamiin.

  28. Wawan said

    Wah sayang padahal saya mau jadi web developer

  29. Doni said

    Pait mas…nasib IT sebanding dengan profesi yang lain yang lebih sendikit menggunakan otak… Pekerja IT ini sebenarnya tau situasi nya..tp tidak berdaya… Orang pintar tidak bisa berjaya kalau lingkungannnya tidak bisa mendukung untuk kejayaanya.. Orang pintar di lingkungan yang tidak terhormat secara profesi dan gaji.. Yang menjadi pertanyaan,, sampai kpn nasibnya tetap seburuk ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: