myDeden.Kom

Pemulung yang Berusaha Memanfaatkan Limbah Sebaik Mungkin

“Gelar” Masih No. 1 Dibandingkan Skill Di Negara Kita Ini …

Posted by kang deden pada 18 Agustus, 2007

Sekedar info bagi rekan-rekan yang masih didalam lingkungan pendidikan, “saat ini” dari berbagai sumber baik teman, pengalaman pribadi dan bermacam artikel, di dunia kerja khususnya di negara kita ini, yang namanya gelar masih menjadi barometer dalam penentuan reward / penghasilan dan juga dalam hal karier .. artinya seseorang yang mempunyai gelar yang tinggi dia akan berpotensi untuk mendapat reward / penghasilkan dan karier yang lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang memiliki skill / keahlian tetapi jenjang pendidikannya belum/tidak mendapatkan “Gelar”. Tanpa diragukan lagi sebuah fenomena tidak dapat dipungkiri lagi karena hanya beberapa perusahaan yang bertokak belakang dari fenomena itu .. Jadi ada yang salahkan atau memang seperti itu adanya, apakah di negara-negara lainnya seperti itu ? .. itu sebuah pertanyaan .. khususnya bagi mereka-mereka yang berkecimpung dibidang teknik / ilmu pasti yang seperti di bidang telematika ini. Jadi bagi rekan-rekan yang masih duduk di bangku sekolah / kuliah .. ingat .. ” raih gelar selama kesempatan itu ada ” .. nah baru setelah itu .. barulah berbicara skill .. nanti skill yang akan menentukan “Siapa Anda Sebenarnya ..??” meski almamater nanti cukup dominan tapi kalo skill cukup bukan masalah lagi tapi kalo almamater besar skill kurang nanti yaa seperti kita menggendong jamu saja .. berat mikulnya, karena ini Indonesia loooh .. mudah-mudahan saja suatu saat akan berubah .. saya yakin itu .. “tapi kalo sudah terbukti banyak yang kacau / rusak” .. Alhasil nanti orang-orang ahli tugasnya “memperbaiki” .. jadi untuk menciptakan sesuatu yang baru .. butuh waktu yang cukup lama .. Intinya apa bila kita menetapkan untuk mencari nafkah dibidang IT ini, tetapkan dari sekarang atau mundur, karena dunia IT sangat cepat berubah .. bagi yang tidak mencari sesuatu yang baru .. wah bakalan ketinggalan kereta dan tergilas ..

Salam .. myDeden.Kom

19 Tanggapan to ““Gelar” Masih No. 1 Dibandingkan Skill Di Negara Kita Ini …”

  1. nurantoro said

    Salam kenal.
    Saya setuju, gelar yang lebih dihargai dari kemampuan, apalagi kalau gelarnya made in luar negeri.
    Saya sering lihat Bachelor of Science atau Bachelor of Engineering yang baru lulus sangat laku sebagai konsultan. Padahal kemampuan kerja sebenarnya minim.

  2. arif ww said

    Salam kenal,
    Saya juga mengalamai hal seperti itu mentok gara-gara saya lulusan SMK TI dan masih kuliah.Kapan ya bisa berubah???

  3. setiaji said

    Yah seperti itulah realita yang ada di negeri yang kita sekarang diami. Mau mengembangkan diri harus menyertakan dulu gelarnya. Padahal belum tentu dengan gelar tersebut orang itu bisa menunjukkan keahliannya. Kadang hati ini suka trenyuh melihat teman yang ‘pernah’ kuliah tp putus di tengah jalan karena berbagai faktor,punya skill bagus, tp begitu melamar kerja, selalu ditolak. Alasannya, tidak ada sertifikasi yang mendukung skillnya. Jd tidak bisa dipertanggung jawabkan…. Sedih..

  4. gelar memang penting tapi skill jauh lebih penting……Sampai kapan Indonesia kita bisa berubah??????

  5. antz said

    ini berbagi wawasan saja, kebetulan saya saat ini di Italia, tempat dimana teknologi mesin sudah lebih dulu maju. Pasti tau kan Ferrari, Dukato, Iveco, Baretta selain mode macam Prada, Ferragamo, Gucci, dll.

    Di Italia sendiri, dari dulu sampai sekarang point akademis sangatlah berpengaruh di lapangan kerja. Setelah itu barulah disaring keahliannya. yang gak ahli ya monggo jaga gudang bae.

    Orang-orang hebat yang tanpa pendidikan akademis tentunya muncul dengan prosentase kecilllllll sekali di dunia ini.

    contohnya, orang macam Bill Gate bisa ditemukan 1 dari 200 juta orang…. jadi masih relevan lah point akademis tetap jadi saringan pertama.

    dan semakin kedepan, pendidikan semakin mempengaruhi kekuatan orang dalam bertarung di dunia nyata.

  6. kapten vu said

    Klo memang punya skill tapi ndak ada ‘gelar’ rasanya lebih tepat bikin lapangan kerja sendiri, bisa dimulai dari yang kcil2, jasa ketik-mengetik dokumen, bikin web kcil2an, instalasi /maintenance komputer & LAN, buka rental kompi, buka warnet dan seterusnya, kita selalu bisa memulai dari hal terkecil, imho😉

  7. ardiyansyah said

    bisa dikatakan gelar memang dibutuhkan dimana2, terutama sebuah perusahaan baik swasta atau bumn.., apalagi untuk masuk jadi pns…, lebih mementingkan seorang yang mempunyai gelar atau nilai ip yg tinggi namun tak mementingkan skill individu yg baik…,.hari gini kalau nggak d3 (doa, dekeng, duit ) sulit tuk jadi pegawai negeri…,
    good luck pak deden…,

  8. Ono Kecil said

    Gila…kangg ddedenn..benar2 baik..gw baru sekali login..langsung demen..gw akan baca terus ini web kang dede.
    daripada gw kursus mahal2,
    terimakasih banyak

  9. mang_iyus said

    @#arif ww
    Dituliskan 23 Agustus, 2007 pada 9:04 pm | Tautan Permanen

    Salam kenal,
    Saya juga mengalamai hal seperti itu mentok gara-gara saya lulusan SMK TI dan masih kuliah.Kapan ya bisa berubah???

    —-
    Memang itu kenyataannya di Indo kang🙂 kalo hanya sekedar STM yaaa pas ditanya cukup dengan senyuman saja. Ngalamin juga koq :d

  10. Semoga semakin Bertambah Ilmunya n semakin jago aja buat kang deden….

  11. arie said

    salam kang Deden
    aku jadi senyum2 sendiri saat membaca cerita diatas dan komentar teman2 sekalian ternyata bukan diriku saja yang bernasib begitu ….

    maju terus kang deden

  12. Asep Supriyadi said

    Betul itu,.Memang gelar masih memegang posisi prestisius dikalangan masyarakat, dimana seseorang yg memiliki anak bergelar sarjana, tentu akan sangat bangga dan disegani di lingkungan rumahnya,.itu kenyataan yg terjadi di negara kita,mau tidak mau kita turut terseret kedalamnya,namun jangan lupakan skill juga,karena skill merupakan modal kita untuk hidup sedang gelar merupakan legalisasi skill kita tsb,.untuk itu raih keduanya secara sinergi,.pasti kita bisa bersaing dan memiliki daya jual yg tinggi..

  13. edy pranajaya putra said

    ya saya setuju itu, banyak juga kepala sekolah yang gelarnya tinggi tp skilnya ga ada jd kesalahan banyak pada guru, jadi guru sekarang harus sinkron antara gelar dan skil

  14. Rimba said

    Hem…ham…hem…he..he..he…
    Kerapkali memang bahwasanya gelar menjadi salah satu patokan sertifikasi…waks…tp ya mbo di imbangi dengan skillnya yah…ehem…tp aneh yah dari beberapa rekan2 kuliahku dulu sekelas yg berjumlah 40 orang…weleh…weleh…bin kocar-kacir bin morat-marit yg sesuai dengan titel IT nya cuman 10 %. sedikit aneh dan membingungkan…lah wong iki salah bapak yg kebanyakan ngedumeh apa ibu yg nyeleneh yah kang…but its ok : cuman guyon kang…
    Bravoo IT indonesia… I Love U IT Indonesian Comunity…cahyooo…share it skill…i miss u kang deden.

  15. andiofi said

    Salam….
    Wah Mas Deden…. Cukup bener yaaaa Pengalaman…. Mas….?
    Coz..Mas Deden… Okey deh….?

  16. bay said

    di Indonesia….gelar itu mungkin modal untuk dapetin mertua, sedangkan skill modal untuk dapetin uang…he..he..

  17. JackBtL said

    ibarat buku jangan lihat judulnya(gelarnya)tapi baca isinya(bagikan ilmunya),or ternyata kemampuannya(otaknya) lebih hebat dari tampilannya (status sosialnya)

  18. re12383 said

    he….he… sependeritaan,

  19. ikhwan said

    Kalo mau, seperti mhs di sumbar, blm lulus d3 it, mbobol rek BNI dipindah 25 rupiah/no rek ke satu rek mand. Ketangkap polisi, eh malah diminta BI untuk kerja di sistem IT nya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: